Datangi Women's Crisis Center Nganjuk, Keluarga Korban Pencabulan Minta Keadilan

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Peristiwa yang menimpa bunga (16) tahun warga Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur yang menjadi korban pencabulan mantan pacarnya (E) warga Dusun Ngepung Desa Babadan Kecamatan Patianrowo, mendatangi lembaga Women's Crisis Center (WCC) Nganjuk jalan Kapten Tendean.

Peristiwa pencabulan terjadi sekitar dua bulan lalu. Bunga (samaan, Red) mengaku foto-totonya diunggah di media sosial dan disebarkan ke group Whatsapp.

Melalui lembaga Women's Crisis Center (WCC) Nganjuk, bersama dengan keluarga dia membeberkan kasus pencabulan dan penyebaran fotonya yang dialaminya dan meminta lembaga tersebut mendampinginya ke proses hukum. 

Ketua WCC Musidah meminta kepolisian mengusut tuntas kasus pencabulan yang dilakukan pelaku pada korban.

Menurut Musidah, saat ini korban mengalami trauma yang luar biasa karena di satu sisi korban sudah merasa direnggut kesuciannya oleh orang yang harusnya melindungi dia.

"Walaupun statusnya mantan pacar, seharusnya dia juga berkewajiban melindungi, bukan justru melakukan perbuatan bejat," kata Musidah saat ditemui wartajatim.co.id di kantornya, Sabtu (12/1/2019).siang pukul 14.00 WIB 

Dikatakan Musidah, dalam kasus ini terdapat indikasi dua pasal, yakni pencabulan dan ITE. Pasalnya, menurut korban, dia (pelaku, Red) menshare fotonya waktu melakukan hubungan suami istri dan meviralkan di media sosial.

Sementara Wakil dari korban pencabulan Sri Hartini, mengatakan polisi harus cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima kabar bahwa pelaku belum tertangkap dan masih berkeliaran. 

"Saya meminta supaya pelaku pencabulan segera ditangkap, karena saya juga melakukan pendampingan dengan WCC Surabaya agar permasalahan ini cepat terselesaikan," katanya

Ketua Majelis Pers Nasional Korwil Nganjuk (MPN) Kuswanto ikut mendampingi korban, Menurutnya aksi pecabulan dilakukan oleh pelaku itu dengan tipu daya sudah merugikan korban. Bahkan juga menimbulkan trauma psikologis di diri korban. 

“Seperti itu korban diperdaya dengan bujuk rayuan. Saya harap dengan laporan ini para pelaku bisa diproses secara hukum,” pungkasnya.(hari/sakera/kla) 

bisa dilihat disini

  • Whatsapp

Index Berita