Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri Sidak Tanah Milik Warga Terdampak Bandara

atmojo, 14 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri yang dipimpin langsung Ketua Murdi Hantoro sebagai Ketua (PDI-P), Lutfi Mahmudiono Wakil Ketua (NasDem), Danang Saputro (PDI-P), Abdul Hasyim (PKB), Darminto (Demokrat) dan Kuswanto (Golkar). 

Kedatangan rombongan Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri diterima langsung Kepala Desa (Kades) Bulusari Agus Utomo di Balai Gedung Balai Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, Selasa (14/1/2020) siang.

Hadir dalam sidak komisi 1, Camat Tarokan, Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri dan Kades Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Usai mendengarkan keterangan Kades Bulusari rombongan Komisi 1 menemui salah satu warga yang terdampak bandara. Ahmad Rubai (50) warga Desa Bulusari kepada rombongan Komisi 1 menuturkan, bahwa warga selama ini tidak pernah diberitahu lahan dan lokasi mana yang terdampak.

Rubai menjelaskan, tanah warisan yang masih atas nama orang tuanya Kabid dan Siti Katoyah seluas 6.000 meter persegi, kalau laku harus dibagi dengan keluarganya.

Ia meminta Rp 20 juta per ru untuk tanah warisan dari orang tuanya, namun sampai sekarang belum ada titik temu, dari pihak SDI menawar harga Rp 500 ribu per meternya, tapi kalau sawah belakang Rp 350 ribu per meter.

Rubai berharap tanahnya bisa laku dengan harga yang bisa untuk membeli rumah lagi disekitar desa setempat. "Jadi, tidak sampai rugi, kalau untuk membeli rumah lagi," harap Rubai.

Sementara itu, Lutfi Mahmudiono Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri mengatakan, sudah melakukan kunjungan dan mendengarkan langsung masukkan dari beberapa warga Desa Bulusari yang terdampak bandara. 

"Kondisi bandara yang sampai hari ini ada 16 bidang yang belum dibebaskan dan kita mendengarkan keterangan  Kepala Desa Bulusari Kecamatan Tarokan dan warga setempat yang terdampak untuk menampung aspirasi mereka," kata Lutfi kepada media ini, Selasa (14/1/2020) siang.

Lutfi menjelaskan bahwa hasilnya pertemuan dengan warga dan Kepala Desa Bulusari dikarenakan harga yang belum cocok. Kalau keterangan dari Kepala Desa tadi persawahan Rp 500 ribu per meternya, sedangkan kalau perkarangan Rp 10,5 juta per ru.

Namun, kalau warga Desa Bulusari minta dibeli antara Rp 22 juta per rhu dikarenakan kalau dibelikan rumah dilain tempat lain masih kurang dan tidak cukup untuk beli lagi.

Upaya pihak komisi 1 yang dilakukan akan menggundang pihak PT.Surya Dhoho Investama (SDI) mempertemukan dengan beberapa pemilik lahan. Dan kita sangat mendukung keberadaan bandara yang merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN).

Fokus hari ini  masih pada pembebasan tanah untuk bandara, Dikatakan Lutfi bahwa yang dibutuhkan pembebasan tanah disampaikan PT.SDI membutuhkan lahan seluas 372 hektare yang perlu dibebaskan, sedangkan khusus Desa Bulusari sekitar 4 hektare yang belum terbebaskan.

Nanti, setelah terbebaskan semua kita akan lakukan perubahan tata ruang dan DPRD Kabupaten Kediri  akan segera membahas untuk perubahan Raperda tata ruang tersebut. 

Pihak Komisi 1 berharap keberadaan bandara akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat disekitar dan berdampak perkembangan pembangunan positif Kabupaten Kediri. (prijo)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu