MISTIS..10 Suro di Kirab Pusaka Desa Pakuncen, Sempat Iring-Iringan Kerasukan Penunggu Petilasan

nganjuksatu, 11 Sep 2019,
Share w.App T.Me

NGANJUK - Kirab Pusaka  tanggal 10 Suro salah satu kisah ritual mistis yang jarang diketahui umum. bertempat di  Pakuncen tepatnya di Desa Pakuncen Kecamatan Patianrowo, Nganjuk  selalu memiliki kisah unik tersendiri.

Pada kirab pusaka ini warga Desa Pakuncen merayakan tahun barunya sesuai dengn kalender islam, Namun pada perayaan siang, hari Selasa 10 September 2019 Satu di antaranya memiliki sisi mistis lain yang dikaitkan dengan kebudayan jawa dan sempat adanya cerita yang melegenda di telinga masyarakat khususnya warga Pakuncen adanya ritual kirab pusaka yang konon kalau suguh (cawisan,red) kalau tidak pas akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Kejadian unik tersebut terjadi saat iring-iringan kirab pusaka ini dipersiapkan untuk melakukan prosesi kirab malam satu Suro. 

Di mana para dayang-dayang memberikan sesaji melintas mengitari tugu tanda Pakuncen yang masih ada garis keturunan dari Keraton Kasunanan Ngayoyokarta.

Tampak salah seorang pria (punggawa iring-iringan) Udin warga Pakuncen langsung jatuh dan digotong sama warga yang melihat kejadian tersebut dan berbondong-bondong masyarakat yang mengetahui ikut mendekati kerumunan dan berniat mengabadikan momen sakral tersebut.

"Ojo cedhak-cedhak, dinggo keselametan  (Jangan dekat-dekat, untuk keselamatan,-Red)," serunya.

Lanjut Udin, Lantas mengatakatan ketika sadar bahwa cawisan (tempat ritual) itu kurang satu, maka eyang nya akan langsung masuk dan yang dipilih seketika itu saya, bahkan saya sendiri tidak sadar mas dan rasanya badan saya berat dan kepala saya pening, sakit sekali lho mas.

"Kirab pusaka Ini bukan yang pertama dan ini sudah dua kali diadakan, dan nggak tau ternyata tempat ritual itu kurang satu yang ditempatkan di dekat sumur, terlebih harus disiapkan dan panitianya lupa," katanya kepada wartajatim.co.id Selasa (11/9/2018). siang pukul 14.00 WIB

Kirab pusaka juga diikuti keluarga dan kerabat dalem Pakuncen beserta rombongan dari njawi kitha atau pedesaan yang sudah akrab dengan keluarga Pakuncen, dan prajurit abdi dalem yang mengiringi pusaka-pusaka Pakuncen.

Bahkan, peserta selama kirab tidak boleh memakai sandal slop atau tanpa alas kaki dan tidak boleh berbicara satu sama yang lainnya. Pada acara kirab juga dihadiri sejumlah tamu undangan antara lain Camat Patianrowo Edi Srianto, Kapolsek Patianrowo AKP Joni Saputro, Danramil 0810/Patianrowo,Ki Ageng Nadir (juru kunci sekaligus abdi dalem)  dan jajaran anggota Babinsa dan Babinkamtibmas Patianrowo

Menurut Kades Pakuncen Sutrisno, kirab pusaka dengan mengelilingi Tugu Pakuncen, setelah itu, kembali masuk dan acara dilanjutkan ke petilasan Pakuncen mengambil air suci atau membagikan kepada para dayang-dayang oleh keluarga abdi dalem Pakuncen kepada masyarakat.

Lanjut Sutrisno mengatakan, kegiatan kirab pusaka bagian dari budaya yang apapun harus dilestarikan, dan hal ini bisa mengundang wisatawan baik dari lokal ataupun mancanegara.

"Muspikam Patianrowo sangat mendukung kegiatan ini, karena salah satu tujuan untuk mengenalkan budaya ini keluar. Patianrowo boleh modern, tetapi jangan meninggalkan adat-istiadat tradisi budaya. Hal ini harus diuri-uri," katanya.

Disinggung ada kerasukan berupa seekor macan yang masuk di dalam tubuh, Sutrisno membenarkan kalau dirinya selalu diikuti eyang yang jaga Desa yakni Tumenggung Kopek dan itupun waktu awal menjabat Kades Pakuncen.

"herrrr..wakhhh..ya gini mas, apalagi kalau bau dupa atau kembang otomatis masuk dalam tubuh apalagi kalau saya galau atau sedih pasti eyang datang dan gak bisa terkontrol," jlentrehnya sambil menunjukkan ekspresi sosok macan.

Sementara, Muspikam diwakili Camat Patianrowo Edi Srianto, kegiatan kirab pusaka ini yang kedua kali diikutinya pada tanggal 10 Suro.

"Hal ini, suatu tradisi yang patut dilestarikan supaya masyarakat tahu kebersamaan yang luar biasa, dan pemeliharaan budaya serta kearifkan lokal suatu hal yang sangan penting untuk bangsa," kata Edi yang baru menjabat Camat Patianrowo.(red/kla)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu