Sidang Perdana Bacakan Gugatan Ahli Waris Abdul Muis Kepada Tergugat Bank Danamon Tbk Cabang Kediri dkk

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI-Sidang perdana sesuai yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Kota Kediri dengan nomor perkara : 21/Pdt.G/PN.Kdr, pihak penggugat Ida Ariatna dan yang tergugat PT.Bank Danamon Tbk kantor Cabang Kediri dkk, Senen (13/5/2019) siang.

Sidang perdana kali ini, yang dipimpin Hakim Ketua Widodo Hariawan, SH, Hakim Anggota Sulistyo M Dwi Putro, SH,MH, dan Hakim Anggota Silfi Yanti Zulfia, SH.MH serta Panitera Pangganti Mukadi, SH.

Adhimas Hanggono Adji, Kuasa Hukumnya ahli waris Ismu Ariansyah mengatakan, bahwa sidang perdana hari ini adalah pembacaan gugatan dihadiri oleh kuasa hukum penggugat Adhimas dan Noer Hidayat,SH.

Kemudian tergugat 1 oleh Koko Widyatmoko,SH kuasa hukum dan juga turut tergugat Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kediri.

Untuk tergugat 2 yaitu notaris Yahya Soeharjo, Tergugat 3 yaitu Menik Rahmawati, Tergugat 4 yaitu Sie Soewanto dan Tergugat 5 dari KPKNL Malang tidak hadir.

"Sebenarnya kami sangat dan masih berharap tergugat 2, 3, 4 dan 5 untuk dapat hadir, sehingga dapat membuat jelas perkara ini," bebernya.

Ia menambahkan bahwa untuk sidang berikutnya adalah jawaban atas gugatan para tergugat yang akan dijadwalkan sidang pada tanggal 30 Mei 2019.

Hal yang sama diungkapkan Kuasa Hukum Noer Hidajat, SH yang mewakili ahli waris Ismu Ariansah mengatakan, sidang perdana kali ini hanya dihadiri pihak tergugat Bank Danamon Tbk Cabang Kediri dan BPN Kota Kediri.

Noer mengatakan, setelah membacakan gugatan dari pihak lawan atau yang tergugat masih belum siap untuk menjawab gugatan.

Meskipun, pihak tergugat belum siap, tetapi sidang tetap terus dilanjutkan pada tahap selanjutnya.

Sempat dalam sidang perdana tadi, kasus perdata ini Hakim Ketua menyarankan untuk dilakukan mediasi. Sebelum kasus ini akan berlanjut terus.

"Memang dalam persidangan hal yang wajar persoalan perdata ini dilakukan mediasi kembali. Itu merupakan upaya yang dilakukan oleh Hakim Ketua dalam sidang perdana,"ungkapnya.

Kasus ini berawal ahli waris Abdul Muis (Debitur) yang memiliki hutang kredit di Bank Danamon sebesar Rp 244 juta.

Dalam perjalanannya Abdul Muis itu meninggal dunia ditahun 2009. Dan pihak ahli waris ini sudah memberitahukan ke Bank Danamon, guna pengurusan asuransi jiwa.

Namun, pihak ahli waris yang melakukan pengurusan asuransi jiwa dalam perjalanannya tidak mendapat respon dari Bank Danamon sebagai tergugat 1 dan yang tidak habis pikir adalah ada orang meninggal masih bisa dibuatkan perjanjian terkait cessienya. (prijo)

  • Whatsapp

Index Berita