Rendra Masdrajad Safaat

AURA ESport Beri Klarifikasi Terkait Aura Jeixy yang Terjerat Kasus Narkoba

Mantan atlet eSports, Aura Jeixy

April, 2024 – Mantan atlet Esports yang dikenal dengan nickname Aura Jeixy, menjadi sorotan setelah ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Bersama dengan selebgram Chandrika Chika dan empat orang lainnya, Aura Jeixy dan teman-temannya tertangkap karena menggunakan vape yang berisi cairan ganja dengan kandungan Tetrahydrocannabinol.

Herli Juliansah, atau yang dikenal dengan Aura Jeixy lahir pada 31 Juli 1996, merupakan mantan atlet Evos, WaW Esports, Morph Team, dan terakhir Aura Esport. Ia meraih ketenaran saat menjadi pemain profesional dalam game PUBG Mobile.

Internship Warta Jatim

Keputusan bahwa Jeixy pensiun sebagai atlet Esports diumumkan pada Januari 2023. Selama berkarir, ia pernah menjadi bagian dari Aura Esports, baik sebagai pemain maupun talent yang aktif di media sosial.

Meskipun demikian, Aura Esports menegaskan bahwa Jeixy tidak terikat kontrak dengan mereka sejak tahun 2023. Aura Esports menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan dengan tindakan atau aksi yang dilakukan oleh Jeixy. Mereka menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung penggunaan narkotika atau psikotropika dalam bentuk apapun.

baca juga: Kronologi Chandrika Chika dan 5 Temannya yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Reaksi dari Aura Esports terhadap kasus ini cukup tegas. Mereka menyayangkan peristiwa yang menimpa mantan pemain mereka yang dulu penuh prestasi. Namun, mereka juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap atau nilai dari organisasi mereka.

Dalam Instagramnya, Aura Esport mengunggah postingan yang bertuliskan “Sehubung informasi yang sedang ramai berkeliaran di media sosial, kami official dari Aura Esport menyatakan bahwa HJ sudah tidak ada lagi keterkaitan kontrak sebagai pemain ataupun talent dari Aura Esport sejak 2023, seluruh aksi dan tindakannya tidaklah mempresentasikan brand atau organisasi Aura Esport. Kami tegaskan bahwa Aura Esport sama sekali tidak mendukung bentuk apapun dari tindakan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Kami sangat menyayangkan apa yang terjadi kepada salah satu mantan pemain kami yang penuh dengan prestasi tersebut, semoga ia bisa menjalankannya dengan lapang dada dan penuh kesabaran.” Tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @auraesports.

Baca Juga  Reven Leather dan Alona Leather Mengukir Nama di Global Sourcing Expo Australia

Kasus Aura Jeixy ini juga menjadi peringatan bagi para penggemar esports dan masyarakat pada umumnya akan bahaya penggunaan narkotika. Kasus ini mengingatkan bahwa prestasi dan popularitas seseorang tidak dapat menjamin kebebasan dari hukum.

Sementara itu, pihak berwenang sudah mengambil tindakan yang sesuai dengan hukum terkait kasus ini. Semua pihak diharapkan bisa belajar dari kasus ini dan menjadikannya sebagai pengingat akan pentingnya menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang.

Media Partner Warta Jatim