Rendra Masdrajad Safaat

Dukungan Hotman Paris Bawa Harapan, Sopir Bus Masuk Jurang di Guci Bebas

bus terjun jurang
Bus masuk jurang di Guci, Tegal.

Wartajatim.co.id, 24 Mei 2023 – Sopir bus wisata yang terjun ke jurang di Guci tidak lagi ditahan di penjara. Penangguhan penahanan sopir dan kernet tersebut telah disetujui.

Sopir dan kernet bus pariwisata yang terjun ke jurang di Guci, Tegal, Jawa Tengah tidak lagi berada di balik jeruji besi. Pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea, membagikan momen sopir bus dan kernet yang menjadi tersangka dengan penangguhan penahanannya.

Internship Warta Jatim

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para netizen, berkat doa dan dukungan mereka, alhamdulillah saya bisa bebas hari ini karena penangguhan penahanan telah disetujui. Saya sangat bahagia sampai-sampai lupa makan dan tidak bisa tidur semalaman. Pokoknya terima kasih semuanya,” ungkap sopir bus bernama Romyani dalam unggahan di Instagram Hotman Paris.

Sebagai informasi, sebelumnya Romyani dan kernet ditetapkan sebagai tersangka dalam kejadian bus terjun ke jurang. Keduanya dituduh melanggar pasal 359 KUHP terkait kelalaian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

“Mereka dikenakan pasal 359 KUHP terkait kelalaian dalam kasus ini. Karena saat kejadian, salah satu dari mereka berdua tidak berada di ruang kemudi,” ungkap Kapolres Tegal, AKBP Mochamad Sajarod Zakun, pada Kamis (11/5/2023).

Meskipun demikian, penetapan tersangka tersebut menuai kontroversi. Banyak yang berpendapat bahwa sopir bus dan kernet tidak sepenuhnya bersalah dalam kejadian tersebut. Hotman Paris menjadi salah satu pihak yang mendukung sopir bus tersebut. Hotman juga mempertanyakan kondisi tempat parkir bus. Menurut Hotman, sopir telah memarkirkan bus di tempat yang disediakan dan ia menyoroti kondisi tanah yang lembek sambil membagikan foto lokasi parkir bus.

“Apakah ini tempat parkir yang layak? Di mana Dinas Pariwisata dan Pengelola Parkir?” ujar Hotman dalam unggahannya.

Baca Juga  Pemerintah dan Penyitaan Literatur Kiri: Melindungi Masyarakat atau Membatasi Kebebasan?

Lebih lanjut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa rem tangan bus masih aktif dan roda dalam posisi terkunci. Selain itu, bus tergelincir karena parkiran memiliki kemiringan yang curam. Belum lagi kondisi tanah yang tidak stabil, mendukung kemudahan bus yang memiliki bobot berat dan penumpang yang penuh untuk tergelincir.

“Pada situasi di mana massa bus meningkat (baik karena jumlah penumpang maupun muatan), energi potensialnya akan semakin besar. Pada titik tertentu, ketika energi tersebut lebih besar dari gaya yang menahannya, bus akan tergelincir ke bawah,” kata Plt Kepala Subkomite Investigasi Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan.

Media Partner Warta Jatim