Wartajatim
Beranda Ekonomi Potensi Ekonomi Kreatif Jatim: Surabaya dan Malang Menonjol, Khofifah Inisiasi Perkembangan Global

Potensi Ekonomi Kreatif Jatim: Surabaya dan Malang Menonjol, Khofifah Inisiasi Perkembangan Global

WartaJatim.co.id, 14 Juni 2023 – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa sektor ekonomi kreatif di Jatim didominasi oleh Kota Surabaya dengan jumlah 142.438 unit usaha.

Menurutnya, Surabaya memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif secara nasional. Selain Surabaya, Kota Malang juga merupakan salah satu daerah dengan predikat kreatif.

Baca juga artikel tentang Ilmu Ekonomi Kreatif: Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Hal ini disebabkan oleh Kota Malang yang dikenal sebagai salah satu pusat fashion di Indonesia, dengan penyelenggaraan fashion week dan perkembangan yang terus berlangsung hingga saat ini.

“Kami berusaha untuk memfasilitasi dan memulai inisiatif agar para pelaku ekonomi kreatif dapat mengembangkan usaha mereka ke tingkat internasional,” kata Khofifah dalam kunjungan dagang di Padang, Sumatera Barat, pada hari Minggu (11/6/2023).

Pada kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa Jatim menduduki posisi kedua dalam kontribusi ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data dari Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jatim memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif yang memiliki kemampuan tinggi.

Saat ini, jumlah pelaku industri kreatif nasional di Jatim mencapai 20,85 persen. Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, terdapat perbedaan sekitar 6 persen, di mana angka nasional hanya mencapai 14 persen.

“Kami akan selalu berusaha untuk membangun sinergi dan kolaborasi guna memberikan dukungan terbaik bagi para pelaku ekonomi kreatif Jatim,” ujar Khofifah.

Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jatim untuk menampung bakat-bakat dalam bidang ekonomi kreatif adalah melalui Millennial Job Center (MJC), yang menawarkan berbagai program untuk mendukung perkembangan industri kreatif.

“Terlebih lagi, telah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis ekonomi kreatif di Singosari, Malang. KEK ini bahkan memiliki klaster animasi yang bekerja sama dengan beberapa studio. Namun, pemanfaatannya tergantung pada generasi muda,” harapnya.

Selain itu, terdapat juga Portal Ekonomi Kreatif (Porekraf), sebuah inovasi yang memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat, memajukan pembangunan, serta mengembangkan inovasi, kreativitas, dan daya saing.

“Saat ini, sudah ada 29 kabupaten/kota yang tergabung. Dengan jumlah pengguna aktif yang melakukan proses bisnis sebanyak 222 dan produk aktif yang diposting sebanyak 234,” ungkapnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan