Ini 10 Alasan Mengapa Brand Lokal Sulit Bertahan

mengapa brand lokal sulit bertahan

WartaJatim.co.id, 23 Juni 2023 – Apakah Anda pernah mengamati bagaimana brand lokal berupaya keras untuk mempertahankan bisnisnya? Kadang, banyak dari mereka juga tidak berhasil bertahan dan memutuskan untuk gulung tikar. Mengapa brand lokal sulit bertahan?

Brand lokal adalah brand yang berasal dari dalam negeri, yang mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai lokal. Meskipun ada beberapa brand lokal yang sukses, terdapat pula banyak brand lokal yang menghadapi kesulitan dalam bertahan di pasar yang kompetitif.

Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui alasan mengapa brand lokal sulit bertahan! Simak sampai akhir ya!

1. Kurangnya Sumber Daya dan Modal

Pertama-tama, alasannya di karenakan brand lokal sering kali menghadapi kendala dalam hal sumber daya dan modal. Mereka mungkin memiliki keterbatasan dalam hal anggaran pemasaran, riset dan pengembangan, serta distribusi produk.

Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan keunggulan kompetitif.

2. Tren Konsumen yang Berubah

Perubahan tren konsumen juga dapat menjadi kendala bagi brand lokal. Konsumen cenderung mengikuti tren global dan sering kali terpengaruh oleh brand-brand terkenal yang sedang populer.

Brand lokal harus beradaptasi dengan perubahan tren konsumen dan menawarkan nilai tambah yang menarik agar tetap relevan di pasar.

3. Rendahnya Kesadaran Merek Lokal

Kesadaran konsumen terhadap merek lokal juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan brand lokal.

Jika konsumen kurang mengetahui atau mengenali merek lokal, mereka mungkin akan lebih memilih brand internasional yang lebih dikenal.

Brand lokal perlu meningkatkan upaya pemasaran dan promosi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang merek mereka.

Baca Juga  Funmatch Seru, Primaland FC Menang Dramatis 3-2 Melawan Blantik FC

Baca Juga: Pusat Perhatian Industri: Tren dan Inovasi Baterai Mobil Listrik

4. Keterbatasan Inovasi

Brand lokal terkadang menghadapi keterbatasan dalam hal inovasi produk. Mereka mungkin memiliki keterbatasan dalam riset dan pengembangan serta akses terhadap teknologi terkini.

Hal ini dapat membuat mereka kalah bersaing dengan brand-brand yang lebih inovatif dan responsif terhadap perubahan pasar.

5. Kurangnya Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi dan promosi merek lokal juga sangat penting. Jika pemerintah tidak memberikan perhatian dan dukungan yang cukup, brand lokal akan kesulitan untuk tumbuh dan berkembang.

Dukungan pemerintah dapat meliputi insentif pajak, pendanaan, dan program-program pengembangan usaha.

6. Sulitnya Memasuki Rantai Distribusi Besar

Brand lokal sering menghadapi kesulitan dalam memasuki rantai distribusi besar. Distributor besar sering kali lebih memilih bekerja dengan brand-brand internasional yang sudah dikenal secara global.

Hal ini membuat brand lokal sulit mencapai pasar yang lebih luas dan mencapai konsumen potensial.

Baca Juga: Keberhasilan KARA Dalam TOP Brand Awards 2023, Sabet Dua Kategori Sekaligus

7. Perbedaan Infrastruktur dan Teknologi

Perbedaan dalam infrastruktur dan teknologi juga dapat memengaruhi daya saing brand lokal. Jika infrastruktur dan teknologi yang tersedia masih terbatas, brand lokal akan kesulitan dalam hal produksi, distribusi, dan pemasaran.

Hal ini dapat membuat mereka kalah bersaing dengan brand-brand yang memiliki akses lebih baik ke infrastruktur dan teknologi.

8. Persoalan Regulasi dan Birokrasi

Tantangan regulasi dan birokrasi juga dapat mempengaruhi brand lokal. Proses perizinan yang rumit dan persyaratan yang tinggi dapat menghambat kemampuan brand lokal untuk beroperasi dan berinovasi dengan cepat.

Pemerintah perlu menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi brand lokal agar dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga  Lionel Messi Resmi Berlatih dengan Inter Miami, Ekonomi AS dan Penjualan Jersey Mengalami Lonjakan

9. Kurangnya Keterlibatan Komunitas Lokal

Keterlibatan komunitas lokal dapat menjadi faktor penentu dalam kesuksesan brand lokal. Jika brand lokal tidak memiliki dukungan dan keterlibatan dari komunitas lokal, mereka mungkin kesulitan dalam membangun basis pelanggan yang setia.

Brand lokal perlu aktif terlibat dalam kegiatan komunitas dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen lokal.

10. Strategi Pemasaran yang Kurang Efektif

Brand lokal kadang-kadang menghadapi tantangan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif. Mereka perlu memahami dengan baik pasar target mereka, kebutuhan konsumen, dan bagaimana membedakan diri dari pesaing.

Strategi pemasaran yang kurang efektif dapat menghambat kemampuan brand lokal untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan.

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)