Rendra Masdrajad Safaat

Intip Perjalanan Karir Politik Erdogan di Turki

Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan

Wartajatim.co.id, 31 Mei 2023 – Recep Tayyip Erdogan adalah seorang politikus Turki yang telah memainkan peran kunci dalam politik Turki selama beberapa dekade terakhir.

Setelah menjadi Perdana Menteri selama lebih dari satu dekade dan kemudian menjadi Presiden pada tahun 2014, Erdogan telah kembali memenangkan pemilihan umum dan saat ini memimpin Turki untuk ketiga kalinya.

Internship Warta Jatim

Latar Belakang Politik Recep Tayyip Erdogan

Erdogan memulai karir politiknya pada awal 1980-an dan aktif dalam Partai Kesejahteraan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Pada tahun 2003, ia menjadi Perdana Menteri Turki setelah kemenangan besar AKP dalam pemilihan umum. Selama kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri, Erdogan menerapkan reformasi dan kebijakan yang mengubah wajah politik dan sosial Turki.

Pada tahun 2014, setelah perubahan konstitusi, Erdogan terpilih sebagai Presiden Turki dalam pemilihan umum yang pertama kali diadakan secara langsung oleh rakyat. Sebagai presiden, Erdogan terus memegang kendali politik di Turki dan mendapatkan reputasi sebagai sosok otoriter.

Kembali Memimpin Turki untuk Ketiga Kalinya

Erdogan kembali memimpin Turki untuk ketiga kalinya setelah memenangkan pemilihan umum yang diadakan pada tahun terakhir ini. Kembali terpilihnya Erdogan didorong oleh perubahan konstitusi yang memberikan lebih banyak kekuasaan kepada jabatan presiden. Ia berhasil meraih suara mayoritas dan memperoleh mandat untuk memimpin negara.

Hasil pemilihan umum tersebut tidak terlelepas dari dampak dan kontroversi. Beberapa kritikus berpendapat bahwa proses pemilihan tidak berjalan dengan sepenuhnya adil dan demokratis, sementara pendukung Erdogan mengklaim bahwa keberhasilannya merupakan cerminan dukungan yang kuat dari rakyat.

Baca Juga  Taylor Swift Gelar Konser di Singapura, Picu Kekecewaan Penggemar di Asia Tenggara

Visi dan Tantangan di Masa Kepemimpinan Ketiga

Di masa kepemimpinan ketiga Erdogan, terdapat sejumlah visi dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satu fokus utama adalah pertumbuhan ekonomi. Erdogan berkomitmen untuk meningkatkan stabilitas ekonomi, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan investasi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang lebih besar.

Selain itu, isu demokrasi dan hak asasi manusia menjadi perhatian penting di bawah kepemimpinan Erdogan. Beberapa pihak mengkritik perubahan politik dan otoritas yang terkonsolidasi dalam tangan Erdogan, sementara pemerintah mengklaim bahwa langkah-langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas dan keamanan negara.

Dalam hubungan luar negeri, Erdogan telah aktif dalam menciptakan jejak diplomasi yang kuat. Dia telah terlibat dalam sejumlah isu regional dan global, seperti konflik di Suriah, migrasi, dan hubungan dengan Uni Eropa.

Reaksi dan Pendapat Masyarakat

Reaksi masyarakat terhadap kepemimpinan Erdogan yang ketiga kali ini beragam. Pendukung Erdogan melihatnya sebagai pemimpin yang kuat dan karismatik yang mampu membawa stabilitas dan kemakmuran bagi Turki. Mereka menghargai kebijakan-kebijakannya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membangun infrastruktur negara.

Namun, ada juga kritikus yang skeptis terhadap kepemimpinan Erdogan. Mereka menyoroti pembatasan terhadap kebebasan sipil, kurangnya penghargaan terhadap hak asasi manusia, dan polarisasi politik yang semakin meningkat di negara tersebut. Mereka berharap agar Erdogan lebih memperhatikan pluralisme politik dan mendorong dialog yang lebih inklusif.

Secara keseluruhan, masa kepemimpinan ketiga Erdogan dipenuhi dengan harapan dan tantangan. Bagaimana Turki akan bergerak ke depan dan bagaimana Erdogan akan mengatasi isu-isu yang ada akan menjadi faktor penting dalam pembentukan masa depan negara tersebut.

Rangkuman perjalanan karir politik Erdogan

  1.  Erdogan memulai karir politiknya sebagai anggota Partai Kesejahteraan pada tahun 1970-an. Namun, partai ini dilarang oleh militer pada tahun 1997.
  2.  Pada tahun 2001, Erdogan membantu mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berideologi Islam-konservatif.
  3.  Pada tahun 2003, AKP memenangkan pemilihan umum dan Erdogan menjadi Perdana Menteri Turki yang pertama kali. Ini menandai awal pemerintahannya yang kuat dan perubahan signifikan dalam politik Turki.
  4.  Selama periode pertamanya sebagai Perdana Menteri, Erdogan melakukan serangkaian reformasi ekonomi dan politik yang membantu memperkuat basis kekuasaannya.
  5.  Erdogan mendapatkan popularitas di antara pendukungnya dengan mengedepankan pemerintahan yang kuat dan stabilitas politik, serta meluncurkan berbagai program sosial dan ekonomi.
  6.  Pada tahun 2014, Erdogan terpilih sebagai Presiden Turki dalam pemilihan umum pertama untuk jabatan ini. Ini menandai perubahan sistem politik Turki dari parlementer menjadi presidensial.
  7.  Sebagai presiden, Erdogan melanjutkan kebijakan-kebijakan konservatif dan mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan memperluas peran presiden dan mengurangi kewenangan parlemen.
  8.  Pada tahun 2018, setelah adanya perubahan konstitusi, Erdogan terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilihan umum yang kontroversial.
  9.  Kepemimpinan Erdogan ditandai oleh kritik terhadap kebijakan otoriter, penindasan terhadap kebebasan pers, hak asasi manusia, dan oposisi politik.
Media Partner Warta Jatim