Rendra Masdrajad Safaat

Jokowi Bicara Mengenai Masyarakat Dunia yang Semakin Tidak Religius di Konferensi Dialog Antarbudaya dan Antaragama ASEAN

Jokowi Bicara Masyarakat Dunia Semakin Tidak Religius

WARTAJATIM.co.id, 8 Agustus 2023 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pandangannya terhadap perubahan karakteristik masyarakat global dalam acara pembukaan ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023. Dalam pidatonya, Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat dunia kini menghadapi pergeseran menuju semakin tidak religius.

“Di sisi yang lain, di bidang keagamaan, masyarakat dunia mulai semakin tidak religius,” kata Jokowi di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, memberikan pandangan yang memprovokasi perbincangan lebih dalam tentang dinamika perubahan pandangan agama di era modern.

Internship Warta Jatim

Pernyataan Jokowi ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh Ipsos Global Religion 2023 terhadap 19.731 responden dari 26 negara.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa 29 persen dari responden menyatakan diri mereka sebagai agnostik dan ateis. Angka ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pandangan agama di masyarakat global.

Namun, tidak hanya perubahan pandangan yang menjadi fokus pernyataan Jokowi. Ia juga menyoroti peningkatan jumlah kekerasan yang terkait dengan agama.

Mengacu pada data dari Pew Research Center, jumlah kekerasan fisik yang dilakukan atas nama agama dan kepercayaan juga mengalami peningkatan.

Pernyataan ini mengajukan pertanyaan tentang dampak dari perubahan pandangan agama terhadap iklim sosial dan interaksi antarindividu.

Meskipun menghadapi tren semakin tidak religiusnya masyarakat dunia, Jokowi tetap optimistis terkait semangat keagamaan yang meningkat di kawasan ASEAN.

Indonesia, sebagai negara yang memimpin ASEAN, diakui memiliki tingkat kepercayaan kepada Tuhan yang tinggi.

Menurut Pew Research Center, sekitar 96 persen responden di Indonesia meyakini bahwa moral yang baik berasal dari kepercayaan kepada Tuhan.

Jokowi memberikan harapan kepada masyarakat ASEAN untuk terus menjaga semangat keagamaan.

“Saya yakin masyarakat ASEAN justru memiliki semangat keagamaan yang semakin meningkat. Indonesia misalnya, adalah negara yang masyarakatnya paling percaya Tuhan dan angkanya tertinggi di dunia dan ini menurut Pew Research Center,” ungkapnya.

Baca Juga  Kekalahan Pahit PSG: Mengapa Messi dan PSG Gagal Melangkah ke Perempat Final UCL?

IIDC 2023 merupakan bagian dari rangkaian KTT ASEAN yang dipimpin oleh Indonesia pada tahun ini.

Acara ini melibatkan pemuka agama dari 11 negara. Dengan 15 pembicara dari luar negeri dan 11 pembicara dalam negeri, forum ini membahas berbagai agenda yang berkaitan dengan dialog antarbudaya dan antaragama.

Jokowi juga mengarahkan perhatian kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk terus menjadi pionir dalam hal toleransi dan persatuan.

Menurutnya, ASEAN memiliki potensi untuk menjadi pilar perdamaian dunia dan menjadi teladan bagi komunitas global.

Data dari Pew Research Center juga menunjukkan peningkatan jumlah kekerasan fisik yang terkait dengan agama dan kepercayaan, menjadikan tantangan global dalam hal perdamaian semakin mendesak.

Jokowi juga menyoroti situasi global saat ini yang masih diwarnai oleh konflik. Riset Global Peace Index menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 91 negara yang terlibat dalam konflik.

Angka kematian akibat konflik juga mengalami peningkatan drastis, mencapai 238.000 jiwa, dan kerugian ekonomi akibat konflik mencapai 17,5 triliun USD.

Dengan pernyataan yang menyoroti perubahan pandangan agama, kekerasan yang terkait dengan agama, serta semangat keagamaan di ASEAN, Jokowi telah membuka pintu untuk diskusi lebih lanjut tentang bagaimana menjaga toleransi, kerukunan, dan perdamaian di tengah perubahan sosial dan globalisasi yang terus berkembang. Konferensi IIDC 2023 akan menjadi panggung penting dalam merumuskan solusi konkret dan langkah-langkah nyata untuk mengatasi tantangan ini.

Media Partner Warta Jatim