Kabar Baik: Turunnya Hujan Di Kawasan Gunung Bromo Mulai Padamkan Api

Kawasan Gunung Bromo selama beberapa hari terakhir telah menjadi sorotan utama akibat kebakaran yang melanda. Namun, pada Kamis, 14 September 2023, cuaca memberikan sedikit angin segar dengan turunnya hujan.

“Alhamdulillah turun hujan di sekitar Jemplang dan sekitarnya,” tulis Instagram Langit Mahameru yang direpost ulang oleh Instagram Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kabar baik ini memberikan harapan bagi upaya pemadaman kebakaran di Kawasan Gunung Bromo. Hujan yang turun pada hari itu membuat api yang membakar mulai padam secara perlahan.

Hujan tidak hanya terjadi di Pos Jemplang, tetapi juga meluas hingga Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Situasi ini memberikan efek positif terhadap pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Gerimis yang turun di sekitar wilayah Jemplang sampai Ngadas pada sore hari tersebut menjadi angin segar bagi para petugas pemadam kebakaran.

baca juga: Renggut Ribuan Nyawa: Tragedi Banjir Bandang di Libya Getarkan Hati

Menurut Hendra Wisantara, Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS), gerimis tersebut memang berlangsung tidak terlalu lama. Meskipun demikian, kondisi cuaca pada siang harinya di lokasi sempat mendung.

Hujan ini memberikan harapan baru dalam upaya pemadaman kebakaran yang telah meluas dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, kawasan savana Gunung Bromo terbakar dipicu oleh flare yang digunakan oleh sekelompok wisatawan yang sedang melakukan pemotretan prewedding.

Kebakaran yang disebabkan oleh tindakan tersebut terus meluas dalam beberapa hari, mengancam keberlanjutan lingkungan dan keindahan alam kawasan Gunung Bromo.

Pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo adalah tugas yang memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait.

Baca Juga  MCW Ungkap Kecurangan Pemilu 2024 di Kota Malang: Kelamnya Senjakala Demokrasi

Sejumlah tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi kebakaran begitu mendapat laporan. Kecepatan respons ini adalah kunci dalam meminimalisir dampak kebakaran yang dapat merusak ekosistem alam.

Pemadaman kebakaran di kawasan Savana juga melibatkan kerja sama yang erat dengan pihak terkait seperti Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru, serta pemerintah daerah setempat.

Pencegahan kebakaran adalah langkah yang tak kalah pentingnya. Pendidikan dan kesadaran lingkungan harus ditingkatkan, terutama dalam hal penggunaan flare dan tindakan yang dapat memicu kebakaran.

 

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)