Wartajatim
Beranda Lifestyle Menelaah Sisi Romantis dan Intelektualisme Stephen Hawking dalam Film The Theory of Everything

Menelaah Sisi Romantis dan Intelektualisme Stephen Hawking dalam Film The Theory of Everything

Doc. The Theory of Everything

WartaJatim.co.id, 27 Juli 2023 – Film The Theory of Everything (2014) menjadi jendela yang mengungkapkan sisi romantis dan intelektualisme yang menginspirasi dari kehidupan fisikawan terkemuka, Stephen Hawking.

Disutradarai oleh James Marsh, film ini mengangkat kisah cinta yang mendefinisikan Hawking dan hubungannya dengan Jane Wilde. Lebih dari sekadar membahas aspek fisikawan jenius, film ini menggali kedalaman hubungan dua insan yang berjuang menghadapi tantangan yang luar biasa.

Stephen Hawking: Sebuah Bakat Fenomenal

Sebelum mencoba memahami film The Theory of Everything, penonton perlu mengenal sosok Stephen Hawking yang luar biasa. Lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris, Hawking menunjukkan bakat fenomenal di bidang ilmu pengetahuan sejak usia dini.

Ia menempuh pendidikan di Universitas Oxford, tempat ia bertemu dengan Jane Wilde, perempuan yang kelak menjadi sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

Perjalanan Cinta Stephen Hawking dan Jane Wilde

Kisah cinta antara Stephen Hawking (diperankan oleh Eddie Redmayne) dan Jane Wilde (diperankan oleh Felicity Jones) menjadi inti dari film ini.

Awalnya, keduanya terjebak dalam suasana kampus yang intelektual dan akademis. Namun, cinta tumbuh di antara mereka, mengatasi perbedaan latar belakang dan ambisi yang mereka miliki.

Hubungan mereka mulai mengalami cobaan ketika Hawking didiagnosis menderita penyakit motor neuron, yang dikenal sebagai Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Di hadapan tantangan yang mematikan, cinta mereka semakin kuat, dan Jane menjadi pilar kekuatan bagi Hawking, membantunya mengatasi keterbatasan fisiknya.

Perjuangan Melawan Penyakit dan Keterbatasan

Film ini mencatat perjuangan Hawking melawan penyakit ALS yang mengubah hidupnya secara drastis. Penyakit ini menyebabkan kehilangan fungsi otot secara bertahap, mengunci Hawking dalam tubuh yang tidak dapat digerakkan kecuali dengan bantuan kursi roda dan alat bantu lainnya.

Meskipun demikian, semangat intelektualnya tidak tergoyahkan. Hawking terus berjuang dalam bidang astrofisika dan kosmologi, memberikan kontribusi berharga dalam teori relativitas dan lubang hitam.

Kejayaan dan Pencapaian

Kisah The Theory of Everything juga menyoroti kejayaan dan pencapaian Hawking sebagai ilmuwan. Ia menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam dunia ilmu pengetahuan dan menginspirasi banyak orang dengan semangatnya yang tidak kenal menyerah.

Karya-karyanya seperti buku A Brief History of Time mendapat sambutan luas di kalangan masyarakat, menjadikannya sebagai ikon dan simbol dari ketekunan dan kecerdasan manusia.

Legacy dan Pengaruh

Setelah kematiannya pada Maret 2018, warisan Hawking tetap hidup dan mempengaruhi banyak orang. Kehidupan dan karya-karyanya telah memberikan inspirasi bagi peneliti, ilmuwan, dan masyarakat umum untuk tidak takut menghadapi tantangan dan untuk terus menggali misteri alam semesta.

Melalui film The Theory of Everything, penggemar dapat mengenang kehidupan dan pencapaian luar biasa dari sosok yang begitu brilian dan inspiratif ini.

Film The Theory of Everything telah dengan brilian menghidupkan kisah romantis dan intelektualisme luar biasa Stephen Hawking. Perjalanan cinta yang dijalin dengan indah antara Stephen Hawking dan Jane Wilde menjadi pilar utama yang menopang keseluruhan narasi ini, menyuguhkan pesan mengenai keajaiban cinta dan dukungan yang mampu mengatasi bahkan tantangan terberat sekalipun.

Kisah inspiratif ini menjadi salah satu monumen akan betapa besarnya pengaruh perjalanan hidup Stephen Hawking yang tak hanya mengilhami dunia ilmiah, tetapi juga mengajak kita merenungkan arti sejati dari hidup dan potensi tak terbatas yang ada dalam diri setiap individu.

Komentar
Bagikan:

Iklan