Narkotika Zombie Menyerang: Seperti Di Film! Bahaya Atau Tidak?

Zombie ilustrasi
Zombie ilustrasi

wartajatim.co.id 21 Mei 2023 – ‘Tsunami’ kasus narkotika zombie sedang melanda Amerika Serikat, terutama New York dan Los Angeles.

Narkotika zombie membuat penggunanya benar-benar terlihat seperti zombie seperti yang ada di film.

Banyak dari mereka yang menjadi kecanduan narkotika zombie, yakni obat tranq yang dicampur dengan fentanyl, mengakibatkan efek serius.

Orang-orang umumnya menggunakan obat tranq yang dikenal sebagai xylazine untuk membius kuda dan hewan ternak lainnya, tetapi obat ini tidak ditujukan untuk manusia. Obat ini dapat menyebabkan luka pada kulit penggunanya, yang berakhir dengan kondisi busuk seperti kulit zombie.

Dalam laporan dari New York Post, Shawn, salah satu pengguna obat tersebut, mengaku mendapatkan tranq yang dicobanya sebagai obat penghilang rasa sakit dari seorang dokter hewan.

“Saya ingin mencoba sesuatu yang baru dan salah satu efeknya pada saya adalah saya mulai mengalami ruam degil di punggung saya. Kulit saya mulai terlihat aneh, seperti saya hampir bersisik,” ujar Shawn.

Narkotika zombie ini menyebar di sebagian besar negara bagian AS dan mulai merambah ke New York. Permintaan akan narkotika tersebut meluas ke arah barat, mencapai jalan-jalan di LA dan San Francisco, yang menimbulkan kekhawatiran bagi para dokter dan polisi.

Tranq, dalam kenyataannya, melambatkan detak jantung penggunanya, menyebabkan luka borok dan lesi pada kulit. Jika disuntikkan, dapat menyebabkan degradasi kulit yang membusuk, sehingga mendapatkan julukan sebagai obat zombie.

Para profesional medis telah mengingatkan bahwa hal ini sering kali menyebabkan anggota tubuh pengguna harus diamputasi. Shawn menceritakan pengalamannya ketika dia harus “dihidupkan” kembali setelah overdosis campuran heroin dan fentanil di kamar mandi salah satu kedai kopi.

Baca Juga  Mengenang Tragedi Terowongan Mina 1990: Ribuan Jamaah Haji Tewas

“Jantungmu berdebar sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat cepat. Tapi tidak bisa, tidak bisa bergerak,” lanjut Shawn (nama belakangnya tidak ingin dipublikasikan).

“Sepertinya itu gila. Saya tidak ingin terdengar seperti mengatakan, ‘Ini bomnya,’ tetapi efeknya luar biasa saat menyentuh aliran darah Anda. Itu melakukan sesuatu pada pikiran Anda dan tidak ada rasa sakit. Seperti Anda sedang menaiki roller coaster dan kemudian tidak ada rasa sakit.”

Penyakit ‘zombie’ ini mewabah di Los Angeles. Tak jarang, banyak orang seperti shawn yang menyalahgunakan penggunaan tranq tersebut.

“Pada tahun 2008 hingga 2010, di situlah mulai menyusup ke timur laut dan sekarang berada di 90% pasar obat Philadelphia, atau 25% di New York dan pasar obat tiga negara bagian,” ujar salah satu dokter LA County Public Direktur Medis Kesehatan Asosiasi Pencegahan dan Pengendalian Penyalahgunaan Zat, Dr. Siddarth Puri.

Xylazine sering digunakan oleh pengedar narkoba untuk memotong heroin dan fentanyl, karena membuat obat tersebut bertahan lebih lama. “Kami melaporkan empat kasus overdosis di San Francisco pada bulan Februari. Di LA County, kami mengetahui satu kematian pada tahun 2021 terkait tranq,” tutur Dr. Puri.

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)