Penemuan Tugu Tapal Batas Kuno Peninggalan Kerajaan Khadiri di Kabupaten Kediri

Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, melakukan kunjungan ke lokasi penemuan tugu tapal batas kuno dan struktur bata kuno yang diduga sebagai cagar budaya di Desa Kayonan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Senin (15/1/2024).

Tugu yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Khadiri ini ditemukan oleh warga dalam proses pengerukan tanah uruk.

Tugu tersebut mengalami kerusakan karena terkena alat berat selama proses pengerukan, dan posisinya menjadi miring hampir jatuh. Di bagian bawah tugu, terdapat tulisan angka 1123 Saka, memberikan petunjuk mengenai era Kerajaan Khadiri.

“Tugu berukuran tinggi 170 cm dan tebal 76 cm tersebut diduga merupakan tapal batas kerajaan. Batu tugu ini diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Khadiri terakhir atau abad ke-13. Di batu tugu terdapat tulisan angka 1123 Saka, yang menunjukkan era Kerajaan Khadiri terakhir atau sekitar abad ke-13. Selain tugu, terdapat juga struktur batu kuno dan batu andesit,” ujar Ismail Lutfi, Ketua tim BPK Trowulan Mojokerto,

Kabid Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priyanto, mengungkapkan, penemuan ini berawal saat warga melakukan pengerukan tanah uruk, dan alat berat secara tak terduga mengenai batu yang ternyata merupakan tugu. Temuan ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri.

“Kami sudah melaporkan ke BPK Trowulan Mojokerto, dan kami masih menunggu rekomendasi dari BPK. Apakah nanti akan dilakukan eskavasi atau tidak, kami masih menunggu,” kata Eko Priyanto.

Saat ini, lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi untuk mencegah aktivitas pengerukan tanah uruk yang dapat merusak lebih lanjut tugu dan struktur bata kuno.

Baca Juga  Peluncuran Ambulance Gratis oleh Rendra Masdrajad Safaat: Membantu Masyarakat Lowokwaru dalam Situasi Darurat

“Temuan itu sangat penting sekali. Lebih lanjut kita kan melakukan kajian. Dia (tugu) berada di lapisan budaya yang mana, dan perkiraan sudah mengalami proses apa saja,” ujar Ismail Lutfi.

Seiring dengan langkah pengamanan lokasi, harapannya adalah temuan ini dapat dijaga dan diteliti lebih lanjut untuk membuka wawasan tentang sejarah dan kebudayaan Kerajaan Khadiri.

Untuk mendapatkan informasi seputar Jawa timur, Anda dapat mengunjungi wartajatim.co.id

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)