Pria Pembawa Lari Anak di Malang Ditangkap Berkat Peran Polisi RW

Pria Pembawa Lari Anak di Malang Ditangkap Berkat Peran Polisi RW

Seorang pria yang menculik seorang anak di Kabupaten Malang telah ditangkap berkat kerja sama dengan polisi setempat. Pelaku dengan inisial MH (37), yang berasal dari Way Kanan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berhasil ditangkap di sebuah homestay di Semarang pada hari Rabu (23/5) Berkat Peran Polisi RW.

Pelaku pengangguran tersebut diamankan oleh tim gabungan Polisi RW dan Satuan Reserse Kriminal Polres Malang di sebuah homestay di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada hari Rabu (23/5/2023).

“Polisi RW bersama tim gabungan dari Satreskrim Polres Malang berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, pada malam hari Rabu (23/5),” kata Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, kepada detikJatim pada Kamis (25/5/2023).

Kasus ini di mulai ketika Aipda Arif, yang bertugas sebagai Polisi RW di Desa Palaan, Ngajum, Kabupaten Malang, menerima laporan dari seorang warga. Laporan tersebut menyebutkan bahwa salah satu anggota keluarganya yang berusia 11 tahun tiba-tiba menghilang dari rumah pada Sabtu (20/5).

Keluarga sudah berusaha mencari anak tersebut ke rumah teman-temannya, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Korban adalah seorang pelajar kelas 5 SD yang di laporkan hilang setelah pamit pergi membeli makanan di dekat rumah sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga malam hari, korban belum kembali ke rumah.

“Ia terakhir di ketahui pamit pergi membeli sate di dekat rumah, tetapi tidak kembali hingga malam,” ungkap Taufik.

Merupakan respons terhadap laporan warga, Taufik melanjutkan bahwa Arif kemudian berkoordinasi dengan Tim Opsnal Reserse Kriminal di Polres Malang.

“Setelah mengambil keterangan dari beberapa saksi, mereka segera melakukan penyelidikan dan pencarian untuk menemukan korban,” ujar Taufik.

Baca Juga  Hujan, Dua Rumah di Kota Malang Ambrol ke Aliran Sungai

Menurut Taufik, tim menghadapi kendala karena korban tidak membawa alat komunikasi maupun bekal pakaian.

Namun, upaya penyelidikan polisi memperoleh petunjuk saat korban menghubungi salah satu anggota keluarganya dan mengaku bahwa ia sedang bersama pelaku di Lampung pada hari Senin (22/5).

“Korban menghubungi keluarganya dan memberi tahu bahwa ia berada di daerah Lampung pada hari Senin (25/5). Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan dan upaya penangkapan,” jelasnya.

Taufik melanjutkan bahwa dari hasil penyelidikan tersebut, di ketahui bahwa pelaku berada di sebuah rumah sementara di Kota Semarang, Jawa Tengah. Petugas segera bergerak ke lokasi tersebut untuk mengamankan pelaku dan membawa korban pulang.

Taufik menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait motif dan alasan pelaku dalam menculik korban tanpa sepengetahuan keluarganya.

Saat ini, korban telah kembali kepada keluarganya dan mendapatkan pendampingan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang.

“Terhadap pelaku, kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat di jerat dengan Pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur,

serta Pasal 81 Jo 76D atau Pasal 82 Jo 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tambahnya.

Kasus ini menjadi contoh kolaborasi yang sukses antara polisi dan masyarakat setempat. Peran aktif Aipda Arif sebagai Polisi RW dalam menerima. Laporan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang sangat penting dalam mengungkap kasus ini.

Upaya penyelidikan dan pencarian yang di lakukan oleh polisi juga berperan kunci dalam berhasilnya penangkapan pelaku dan pembebasan korban.

Baca Juga  Rekayasa Korban Perampokan, Ternyata Suami di Sidoarjo yang Bunuh Istri Sendiri

Kepolisian terus berupaya untuk melindungi masyarakat dan memastikan keamanan anak-anak dari ancaman kejahatan. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk komunitas lokal seperti Polisi RW, untuk meningkatkan keamanan dan penegakan hukum di wilayah mereka.

Kasus ini juga menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan dari masyarakat dalam melindungi anak-anak mereka. Melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwenang segera setelah terjadi dapat mempercepat respons. Dan membantu mengamankan keamanan anak-anak yang berpotensi menjadi korban.

Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus-kasus kejahatan seperti penculikan anak dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan.

Peran Polisi dengan kerjasama yang baik antara polisi, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, di harapkan kasus-kasus kejahatan. Semacam ini dapat di cegah dan pelaku dapat di adili sesuai dengan hukum yang berlaku.

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)