Sejarah Kagema: Budaya Nyeleneh di Jepang

Praktik Kagema di Jepang.
Praktik Kagema di Jepang.

Wartajatim.co.id, 16 Juni 2023 – Kagema, atau yang juga dikenal sebagai “Hōkan,” merujuk pada pria yang bekerja di bidang prostitusi Jepang pada masa lampau.

Praktik Kagema dapat ditelusuri kembali hingga zaman Edo (1603-1868), di mana mereka umumnya melayani kaum samurai dan aristokrat Jepang.

Pada awalnya, Kagema Jepang berperan sebagai pelayan yang juga menyediakan layanan seksual kepada pelanggannya.

Mereka terampil dalam seni hiburan seperti musik, tari, dan sastra, serta memberikan pelayanan seksual yang halus.

Peran Kagema dalam Masyarakat Jepang

Kagema memainkan peran yang unik dalam masyarakat Jepang pada zaman Edo. Mereka bukan hanya pekerja seks biasa, tetapi juga dianggap sebagai seniman dan penjaga kebudayaan Jepang.

Kagema memiliki pelatihan khusus dalam seni dan hiburan, sehingga mereka dapat menghibur pelanggan mereka dengan musik, puisi, dan cerita-cerita yang indah. Mereka juga sering berperan sebagai pria pengiring dalam acara-acara resmi dan upacara.

Pandangan dan Perubahan dalam Masyarakat Modern

Seiring berjalannya waktu, peran dan pandangan terhadap Kagema berubah secara signifikan.

Pada era Meiji (1868-1912), dengan modernisasi dan pengaruh Barat yang semakin kuat, praktik Kagema mulai meredup.

Masyarakat Jepang menjadi lebih terbuka terhadap budaya asing dan norma-norma seksual yang berbeda.

Pada abad ke-20, praktik Kagema semakin terpinggirkan.

Masyarakat modern Jepang lebih cenderung menggantikan peran Kagema dengan pelacur perempuan yang lebih umum ditemui.

Norma-norma sosial baru dan undang-undang yang lebih ketat terhadap perdagangan seks juga berperan dalam meredupnya praktik Kagema.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap sejarah dan kebudayaan tradisional Jepang mengalami kebangkitan.

Hal ini juga mempengaruhi pandangan terhadap Kagema.

Baca Juga  Arsenal Mencoba Mendatangkan Kai Havertz dari Chelsea dalam Transfer yang Mengejutkan di Liga Inggris

Beberapa kelompok dan individu mulai memperjuangkan pelestarian budaya ini sebagai bagian dari warisan sejarah Jepang.

Ada upaya untuk menghidupkan kembali seni dan tradisi yang terkait dengan Kagema, meskipun dengan pemahaman dan praktik yang lebih kontemporer.

Kesimpulan

Dalam perannya sebagai pekerja laki-laki di bidang prostitusi tidak hanya memberikan layanan seksual, tetapi juga menjadi penjaga kebudayaan dan seni Jepang.

Meskipun praktik ini telah meredup seiring dengan perubahan zaman, upaya untuk melestarikan sejarah dan tradisi ini masih ada.

Dalam mempelajari dan memahami sejarah Kagema, kita dapat mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang perkembangan masyarakat Jepang dari masa ke masa.

*Follow Official WhatsApp Channel WartaJatim.co.id untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Dapatkan E-Money 100rb untuk 4 orang beruntung (SnK berlaku)