Rendra Masdrajad Safaat

Keren! Ternyata Begini Sejarah Perkembangan Artificial Intelligence

artificial intelligence

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari pembuatan sistem komputer yang dapat berperilaku seperti manusia, khususnya dalam hal penalaran, pembelajaran, dan pengambilan keputusan. 

AI telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dan telah merevolusi berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari industri, kesehatan, pendidikan hingga hiburan.

Internship Warta Jatim

Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu teknologi paling revolusioner di abad ini yang telah mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Untuk itu artikel ini, akan membahas sejarah AI secara lengkap, mulai dari awal mulanya hingga perkembangannya di masa kini.

Masa Awal (1950-1960)

Konsep tentang mesin yang bisa berpikir seperti manusia pertama kali muncul pada abad ke-8 Masehi, ketika ilmuwan Arab bernama Jabir ibn Hayyan memikirkan tentang mesin canggih yang bisa menjalankan tugas-tugas rumit manusia. 

Selaras dengan Jabir ibn Hayyan, filsuf Prancis bernama René Descartes menulis tentang kemungkinan mesin yang dapat berpikir pada abad ke-18.

Namun, baru pada tahun 1956, John McCarthy, seorang profesor matematika di Dartmouth College memperkenalkan diskusi serius tentang pengembangan AI. 

McCarthy mendefinisikan AI sebagai “ilmu dan rekayasa kecerdasan, khususnya kecerdasan buatan yang dapat disimulasikan oleh mesin.”

Pada masa itu, para ilmuwan mulai mempertimbangkan apakah komputer dapat menghasilkan kecerdasan yang mirip dengan manusia. Oleh karena itu, pada awal perkembangannya, AI fokus pada pengembangan mesin yang dapat berpikir seperti manusia.

Selama masa pengembangan tersebut, beberapa penelitian tentang AI menjadi sangat terkenal. Salah satunya Turing Test, yang dikembangkan oleh seorang ahli matematika dari Inggris bernama Alan Turing pada tahun 1950.

Baca Juga  Anniversary ke 55 Tahun Sambu Group "Semangat Bersama Untuk Indonesia"

Turing Test adalah sebuah tes untuk menentukan apakah sebuah mesin dapat berpikir seperti manusia, dengan cara mempersilahkan komputer untuk menjawab pertanyaan langsung dari manusia. Apabila si penanya menganggap bahwa yang menjawab pertanyaannya adalah manusia, berarti mesin tersebut lolos Turing Test.

Masa Kemunduran AI (1970-1980)

Pada tahun 1972, Alain Colmerauer, seorang ilmuwan komputer dari Perancis, mengembangkan bahasa pemrograman Prolog. Prolog adalah bahasa pemrograman berbasis logika yang bertujuan untuk memudahkan pengembangan sistem AI yang dapat berpikir seperti manusia.

Meskipun demikian, AI pada masa itu menghadapi tantangan serius, termasuk kesulitan pemrosesan bahasa alami, keterbatasan daya komputasi, dan kompleksitas masalah yang tinggi.

Selain itu, kurangnya data dan sumber daya yang memadai juga menjadi kendala yang harus diatasi oleh pengembang AI. Beberapa proyek AI yang ambisius juga mengalami kegagalan.

Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan Proyek Persepsi Pemrosesan Gambar pada tahun 1980-an dengan harapan untuk mengembangkan komputer yang dapat memahami gambar dan visual seperti manusia. Proyek ini merupakan proyek AI yang terkenal paling ambisius namun akhirnya gagal

Masa Kebangkitan AI (1980-1990)

Pada awal tahun 1980-an, AI mengalami kebangkitan berkat teknologi komputer yang berkembang pesat, minat masyarakat terhadap AI semakin meningkat, serta pengembangan AI mendapat dukungan kuat dari pemerintah dan industri.

Era ini mencatat beberapa penelitian terkenal dalam AI, seperti pengembangan sistem pakar yang memberikan rekomendasi, komputer vision yang dapat memproses informasi visual, dan Natural Language Processing (NLP) yang mampu melakukan analisis bahasa.

Perkembangan AI terus berlanjut dengan munculnya deep learning dan neural networks, yang mengarah pada pengaplikasian AI di berbagai industri seperti otomotif, kesehatan, keuangan, pendidikan dan hiburan.

Baca Juga  Mundur di Tol? Hati-hati, Ini Risikonya!

Deep learning adalah cabang ilmu dari kecerdasan buatan yang menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan (neural network) untuk memungkinkan komputer “belajar” dari data. 

Deep learning secara otomatis akan mengunggah dan mempelajari fitur tingkat tinggi dari data, sehingga menciptakan model yang lebih cerdas dan mampu mengatasi masalah yang lebih kompleks.

Masa Ekspansi AI (1990-2023)

Pada tahun 1990-an, perkembangan AI semakin pesat berkat faktor-faktor seperti ketersediaan data yang lebih besar, perkembangan teknologi internet cepat, dan penurunan biaya pembuatan komputer serta programnya.

Penelitian AI pada masa ini semakin canggih dengan adanya machine learning yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data, dengan memanfaatkan deep learning dan neural network

Selain itu, pengembangan sistem robotika yang semakin canggih memungkinkan robot bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan.

Potensi AI di masa depan masih sangat besar dan beragam. AI dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti transportasi dengan teknologi self-driving car, hingga bidang hiburan, seperti rencana besar Metaverse yang dikemukakan oleh Mark Zuckerberg.

AI telah mengalami perkembangan yang pesat selama beberapa dekade terakhir. Potensi AI sangat besar untuk mengubah kehidupan kita di masa depan. Namun, penting untuk mengembangkan AI secara bertanggung jawab dan mempertimbangkan potensi resikonya.

Untuk Membaca berita seputar Jawa Timur, Anda bisa mengunjungi wartajatim.co.id

Media Partner Warta Jatim