Rendra Masdrajad Safaat

 Wajib Tahu! 7 Hewan Langka di Indonesia yang Terancam Punah

hewan langka indonesia

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Tercatat lebih dari 80.000 spesies tumbuhan dan 2.215 spesies hewan hidup di Indonesia. 

Sayangnya, sejumlah hewan di Indonesia telah masuk dalam kategori terancam punah. Hewan-hewan tersebut terancam punah karena berbagai faktor, antara lain perburuan liar, deforestasi, dan perubahan iklim.

Internship Warta Jatim

Hewan Langka di Indonesia yang Terancam Punah

Berikut beberapa hewan Indonesia yang terancam punah, antara lain:

1. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera merupakan spesies Harimau terakhir di Indonesia. Sebab 2 spesies Harimau lainnya, yaitu Harimau Jawa dan Harimau Bali telah punah. Menurut BPS 2017, populasi Harimau Sumatera hanya tersisa 68 ekor. 

Harimau Sumatera terancam punah karena perburuan liar untuk diambil kulit, taring, dan organ tubuhnya. Selain itu, deforestasi akibat pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan juga menjadi penyebab berkurangnya habitat Harimau Sumatera. 

Deforestasi yang masif untuk kepentingan perkebunan dan pembangunan, telah membuat Harimau Sumatera terjepit dalam wilayah semakin sempit, meningkatkan risiko konflik dengan manusia

2. Badak Jawa

Tidak seperti Badak pada umumnya, Badak Jawa memiliki ciri khas yaitu bercula satu. Badak Jawa merupakan salah satu dari dua spesies Badak yang masih tersisa di Indonesia. Menurut BPS 2017, populasi Badak Jawa diperkirakan hanya tersisa 80 ekor. 

Badak Jawa terancam punah karena perburuan liar untuk diambil culanya. Selain itu, Badak Jawa juga rentan terhadap penyakit, seperti penyakit kulit dan malaria.

3. Orang Utan

Orang utan merupakan satwa endemik asli Indonesia. Orang utan juga dikenal sebagai primata terbesar di dunia. Hewan ini memiliki ciri khas berupa bulu berwarna coklat tua dan lengan yang panjang.

Baca Juga  Kronologi Chandrika Chika dan 5 Temannya yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Menurut BPS 2017, populasi Orang utan diperkirakan hanya tersisa 1.890 ekor. Orang utan terancam punah karena deforestasi akibat pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan. Selain itu, Orang utan juga sering ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan.

4. Komodo

Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia dengan panjang 3 meter dan berat 150 kilogram. Komodo merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang memiliki habitat di Pulau Komodo.

Menurut BPS 2017, populasi Komodo diperkirakan hanya tersisa 5.954 ekor. Komodo terancam punah karena perburuan liar untuk diambil daging dan kulitnya. Selain itu, perubahan iklim juga menjadi ancaman bagi Komodo, karena menyebabkan suhu di habitatnya meningkat.

5. Owa Jawa

Owa Jawa merupakan spesies kera endemik di Pulau Jawa. Menurut BPS 2017, populasi Owa Jawa diperkirakan hanya tersisa sekitar 492 ekor.

Penyebab utama kepunahan Owa Jawa perburuan liar. Owa Jawa rentan diburu karena bayi Owa Jawa sering dijadikan peliharaan. 

Selain itu, deforestasi menyebabkan habitat Owa Jawa semakin berkurang, sehingga mereka sulit untuk mencari makan dan berkembang biak. 

6. Elang Jawa

Elang Jawa memiliki ciri khas jambul yang cukup menonjol di atas kepalanya. Elang Jawa merupakan spesies elang asli dari Pulau Jawa. Menurut BPS 2017, populasi Elang Jawa diperkirakan hanya tersisa 82 ekor.

Penyebab utama kepunahan Elang Jawa adalah perburuan liar. Perburuan liar dilakukan untuk diambil bulunya yang dipercaya memiliki khasiat dapat menyembuhkan luka. Meskipun begitu, hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

7. Monyet Hitam Sulawesi

Monyet hitam Sulawesi, atau Yaki, adalah primata endemik di Sulawesi. Hewan ini memiliki ciri khas berupa wajah dan rambut berwarna hitam, serta jambul di kepala. Selain itu, bagian pantatnya berwarna merah muda dan berbentuk seperti hati.

Baca Juga  Kehendak Rakyat Papua atau Interes Kelompok? Mengungkap Ambisi di Balik Daerah Otonomi Baru

Menurut BPS 2017, populasi Monyet Hitam Sulawesi diperkirakan hanya tersisa 63 ekor.

Salah satu penyebab penurunan populasi Yaki adalah maraknya perburuan liar. Yaki diburu untuk dijual dan dikonsumsi dagingnya oleh masyarakat setempat. Selain itu, Yaki yang masih kecil juga seringkali ditangkap untuk dipelihara

Keragaman hayati Indonesia adalah harta karun tak ternilai yang harus dijaga bersama. Kita memiliki peran penting dalam melindungi hewan-hewan langka yang terancam punah. 

Kita dapat mendukung keberlanjutan hidup satwa di Indonesia lewat konservasi, penegakan hukum terhadap perburuan ilegal, serta pelestarian habitat alami.

Dengan bekerja sama, kita dapat menyelamatkan satwa yang terancam punah agar generasi mendatang memiliki kesempatan untuk belajar tentang satwa tersebut.

Untuk Membaca berita seputar Jawa Timur, Anda bisa mengunjungi wartajatim.co.id

Media Partner Warta Jatim